Selasa, Juni 07, 2011
Rabu, Mei 18, 2011
Fiets Dag
FIB Program Studi Belanda
Universitas Indonesia
mempersembahkan:
"Fiets Dag"
Donasi Oentoek Edoekasi
Funbike tour de UI
- fixie trick contest
- folding bike contest
- coaching clinic by Polygon
- demo BMX Flatland by Polygon rider
- Band and Dance
- Doorprize
Minggu, 5 Juni 2011
pukul 06:00 - selesai
di Kampus UI Boulevard, Depok.
Tiket: Rp 30.000,-
(termasuk snack dan kaos plus kesempatan mendapatkan doorprize)
Pemesanan Tiket pre-sale via Bike To Campus:
- Amal (0856 163 88 40)
- Opi (0856 150 83 98)
For More Info : sepedaku.com
Kamis, Mei 12, 2011
Inabicycle (26-29 May 2011)
Exhibiting Over 100 Bicyle Brands and Accessories
For More Information : http://indonesiabicycleshow.com/
Rabu, Mei 11, 2011
THE BICYCLE BOOK: Wit, Wisdom and Wanderings

Buku ini memuat banyak kisah dan ilustrasi seputar dunia pesepeda dan, tentu saja, sepedanya. Adalah Thomas Hylton, seorang penulis kolom surat kabar dan pemenang Pulitzer, yang mencetuskan ide pembuatan buku ini dan disambut baik oleh Jim Joyce yang bertindak sebagai editor. Buku ini pun kemudian di-support dan disusun oleh banyak orang, seperti Chip Haynes, Theresa Russell, John Stuart Clark, Bob Lafay, Jonny Hawkins, Neal Skorpen, Andy Singer, Gianna Bellofatto Reid, dan Thomas Hylton sendiri. Kami sangat merekomendasikan buku ini bagi Anda yang menyukai sepeda dan kisah-kisah inspiratif tentangnya. [hp]
Camioncyclette

Sepeda ini memang harus Anda lihat dari fungsinya, jangan dari penampilannya. Bentuknya yang seperti troli, memang dimaksudkan oleh Christophe Machet, sang desainer, agar mampu membawa banyak barang sekali angkut. Kami sebenarnya agak ragu dengan kenyamanan pengemudi, namun jika dilihat dari foto di samping, agaknya hal tersebut tidak jadi masalah. Camioncyclette didesain oleh desainer Swiss bernama Christophe Machet. Ia mengklaim bahwa sepeda berwarna kuning cerah itu mampu membawa muatan hingga 150 kilogram! Tampaknya Camioncyclette akan bisa bersaing dengan Xtracycle, Madsen, Surly, dan Yuba di kelas yang hampir sama. For your info, Camioncyclette adalah project tugas akhir dari Machet. [hp]
Peugeot B1K Concept Bike

Sepeda ini memiliki bentuk dan desain yang unik. B1K adalah sebuah konsep sepeda yang menunjukkan seolah-olah sepeda tersebut adalah sebuah siklus. Sepeda tanpa rantai ini menggunakan bahan yang terbuat dari carbon fiber. Kami sendiri teringat dengan Tron Light Cycle dalam film Tron jika melihat desain sepeda ini. Sebagai sebuah sepeda untuk racing, Peugeot B1K memang sangat eye catchy. Hal ini skealigus membuktikan bahwa Peugeot cukup serius menggarap pasar sepeda dan produk simple nan efisien, pasca munculnya BB1 beberapa waktu yang lalu yang bak paduan antara mobil dengan sepeda motor. Peugeot B1K memiliki desain khas sepeda balap, dengan posisi tubuh membungkuk, mengurangi drag dan memberikan kesembangan berat badan, serta maksimalisasi daya kayuh. Semoga saja dengan minusnya downtube, tidak membuat sepeda ini menjadi kaku. Apapun pendapat Anda, kami yakin bahwa tubuh Peugeot B1K sangat seksi, apalagi jika berada di lintas balap. [hp]
Selasa, April 19, 2011
jakarTRACK Movie Premiere
Hey akhirnya film ini selesai juga. ga sabar buat liat hasilnya. film ini merekam tentang fixed gear jakarta mulai dari awal berdirinya scene fixed gear di Jakarta sampai meledaknya saat ini. yuk rame-rame kita nonton.
Selasa, April 05, 2011
GBK Sunday Jam
GBK Sunday Jam, mempertandingkan Pumptrack Race (kelas women+junior dan open), Long Jump Contest, Bunnyhop Contest, dan Big Air Contest. Pendaftaran gratis. Peserta terbatas.
Untuk pendaftaran bisa menghubungi Taufik di 081514141218, atau online di http://dustlanebikes.blogspot.com/2011/04/pendaftaran.html atau datang langsung ke pumptrack GBK Senayan, atau join grup Facebook Street Dirt Senayan. Paling lambat Sabtu sore jam 5, 9 April 2011.
For mor Information : bukalapak.com
Selasa, Maret 29, 2011
Kejurnas Tanjakan
Pendaftaran Peserta Kejurnas Tanjakan PR Trophy XXXII-2011 telah dimulai, bisa hubungi via SMS ke 08156041551, isi Nama Lengkap - tgl/bln/th lahir - Nama Team - Kategori yang diikuti - Sertakan pula Contact Person Official/Pendaftar.----------------------------------------------------------------------------------------------------------Kategory Peserta :SIRCUIT RACE - 9 APRIL 2011
SENIOR / JUNIOR / PEMULA / JUNIOR PUTRI / MTB OPEN/ SENIOR PUTRI / U8-10 / U11-12 / U13-14.OPEN ROAD RACE - 10 APRIL 2011
SENIOR / JUNIOR / PEMULA / JUNIOR PUTRI / SENIOR PUTRI/ MTB OPENCOMMUNITY RACE - 10 APRIL 2011
U31-35 / U36 - 40 / U41 - 45 / U46 - 50 / U51 - 60UP.---------------------------------------------------------------------------------------------------------Route Criterium / Sirkuit Race (9/04/11) :Sirkuit Kota Baru Parahyangan PadalarangRoute Open Road Race (10/04/11) :1. PEMULA; JUNIOR PUTRI - Jl. Braga-Viaduct-Cipaganti-Setia Budi - Lembang (11 KM)2.COMMUNITY RACE - Jl. Braga - Cimahi - Cisarua - Lembang (17 KM )2. JUNIOR PUTRA; SENIOR PUTRI; MTB OPEN - Jl. Braga - Cimahi - Cisarua - Lembang - Cikole - Pintu Tangkuban Perahu (28 KM )3. SENIOR PUTRA - Jl. Asia Afrika Depan PR - Cimahi - Padalarang - Ciklaong - Sadang - Subang - Ciater - Puncak Gn. Tangkuban Perahu (130 KM)-----------------------------------------------------------------------------------------------------
Untuk Info Lebih Lanjut : Kejurnas Tanjakan
Rabu, Maret 23, 2011
Rabu, Februari 23, 2011
Jakarta Critical Mass (JCM) #5
Hari : Sabtu Malam
Tanggal : 26 Februari 2011
Dress code : RED wears/jersey/shirt
Tikum : Parkiran FX Plaza, Sudirman.
jam kumpul : 19.00 - till u drop
Biaya : FREE alias GRATIS
500 peserta pertama yang datang akan mendapat 1 buah LightBand velcro GRATIS
CP : Gatot (085781284702) / Nana (085694000052)
For More information : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=7114681
Senin, Februari 21, 2011
Sepeda: tren atau pilihan?
Sepeda. Siapa yang tidak kenal dengan sepeda? Beroda dua dengan setang dan saddle sebagai tempat duduk, serta sepasang pedal untuk mengayuh. Sepeda tidak hanya sebagai sarana olahraga atau media transportasi ringan semata, sepeda dengan berbagai bentuk dan fungsi kekiniannya menjadi trend bahkan bagian dari fashion.
Sepeda lipat menjadi alat transportasi portable yang bisa ditenteng dan masuk ke dalam kereta atau bus umum, kemudian ikut masuk ke dalam lift dan akhirnya terparkir di cubicle kantor. Dengan ukuran ban antara 20” atau 16” plus body ringan semacam aluminium, membuat seli (sepeda lipat – red) menjadi favorit para yuppies.
Sementara bagi yang suka fashion, atau setidaknya peduli dengan gaya, pilihan jatuh pada fixed gear. Fixed gear yang juga sering disebut fixie, menjadi bahan perbincangan akhir-akhir ini, selain kebiasaannya yang hadir dengan aneka warna, tubuhnya pun terbilang ringan. Bukan karena bahannya yang aluminium atau chromolly seperti jenis sepeda lain, tapi memang jenis sepeda fixie sangat minimalis, tanpa aksesori yang tidak perlu, jadi jangan heran bila Anda melihat sepeda fixie yang tanpa rem. Konsep minimalis yang ‘sadar gaya’ ini menjadi pilihan banyak orang. Asyiknya lagi, sepeda ini customize, sangat bisa dibentuk berdasar budget atau kepribadian si empunya.
Saya sendiri, menganggap sepeda saya sebagai istri kedua. Setiap saya pulang ke rumah, yang pertama kali saya temui adalah istri dan anak saya, baru selanjutnya saya akan menemui sepeda saya. Mungkin benar apa kata banyak orang bahwa ‘boys will be boys’, sampai kapanpun lelaki akan tetap memiliki ‘mainan’ sebagai penyaluran hobi. Yang saya suka dari sepeda, selain mudah perawatan dan sangat bisa customize meski dengan pengetahuan teknis yang terbatas, juga fleksibilitasnya. Sepeda dengan mudahnya bisa masuk ke dalam rumah, bahkan kamar. Sepeda bagi sebagian kawan saya yang lain bahkan sudah seperti gadget, can’t live without it!
Jika dilihat dari perkembangan sepeda selama 5-6 tahun terakhir, para pengguna sepeda pun semakin meningkat. Kita bisa dengan mudah bengkel-bengkel sepeda berkualitas, munculnya majalah-majalah sepeda sebagai referensi, dan toko-toko yang menjual sepeda, baik yang offline maupun yang online. Orang-orang makin menyadari arti penting sepeda, bahwa sepeda itu baik dan bagus untuk hidup kita, banyak manfaatnya. Saya yakin, ini tidak hanya sebatas trend, namun akan terus booming. Saya juga sangat senang ketika mendengar maraknya seruan dibuatnya jalur sepeda di Jakarta. Semoga terwujud! [hp]
Sabtu, Februari 12, 2011
Menentukan ukuran frame sepeda
Beberapa orang menganggap ukuran frame adalah hal yang tidak penting, tetapi sebenarnya bagian ini sangatlah penting karena menyangkut nyaman tidaknya sebuah sepeda dikendarai. frame terlalu besar ataupun terlalu kecil selain tidak nyaman dimata juga akan tidak nyaman dikendarai bahkan dibeberapa kasus dapat membahayakan masa depan.
"Bahaya gimana kang??"
begini, seandaikan frame kamu kegedean maka kamu tidak dapat menapakkan kaki dengan sempurna ditanah karena bagian top tube mentok di selangkangan. bisa dibayangkan bila harus berhenti tiba-tiba dan si "dede" harus beradu pedang dengan top tube?uuh membayangkannya saja bikin ngilu
"Jadi gimana kang cara dapat ukuran frame yang tepat?"
ikuti cara-cara berikut ini :
- Lepaskan alas kaki kemudian berdiri tegak dengan tumit, pantat dan kalau bisa punggung menempel pada dinding yang tegak lurus. Jarak kedua telapak kaki membenggang kira-kira 30 cm seperti ketika mengayuh sepeda.
- Mintalah seseorang mengukur tinggi badan anda (height) dan mengukur jarak dari lantai hingga pangkal paha atau selakangan (inseam). Catat keduanya
- Buka website ini dan pilih jenis sepeda anda. kemudian masukkan angka-angka tadi ke tiap form. Pada form Leg Lenght, masukkan angka inseam anda. Jika anda sulit mengkonversi ke Inchi maka ganti menjadi Centimeters pada kiri bawah. Klik submit maka anda akan diberikan sheet data ukuran frame dan crank yang tepat untuk tubuh anda berikut range ukuran yang memungkinkan.
Sayah akan mencontohkan perhitungan berdasarkan tubuh sayah untuk frame fixie menggunakan road bike size sheet karena frame fixie hampir mirip geometrinya dengan roadbike
Pengukuran ini adalah pengukuran standart mungkin akan berbeda untuk pengukuran seorang atlit ataupun pengguna dengan kebutuhan khusus. selamat mencoba semoga dengan frame yang tepat menambah kenyamanan dalam bersepeda
Jumat, Februari 04, 2011
Mengakali keterbatasan Skid Patch by Galihleo
Kita semua tahu, hubungan fixie dengan skid itu sangat erat sekali, bahkan skid sudah menjadi salah satu menu wajib bagi yang maen fixie. Karena dengan skid inilah kita bisa memelankan hingga menghentikan laju sepeda kita…
Masalahnya, dampak negatifnya adalah skid itu makan ban… dan ban itu harganya ga murah…
Skid patch bisa di dapat dengan mencari pembagian (dengan bilangan yang sama) dari jumlah teeth pada crank dan jumlah teeth pada cog… usahakan jumlah skid patch dua digit (10 keatas), biar ban tetep awet..
Menurut saya ada dua solusi, solusi non teknis dan solusi teknis…
Solusi non teknisnya menurut saya adalah, pasang rem depan.. dengan rem depan terpasang, biasanya niatan buat skid sedikit berkurang…
Solusi teknisnya adalah:
1. Pake Cog bilangan prima: 17 atau 19 yang sudah banyak tersedia di pasaran (ulir atau six bolt buatan temen kita)
2. Pake chainring bilangan prima (53 atau 47), untuk yang 53 agak mudah didapatkan, biasanya crank road ada yang pake kombinasi 53-39, tinggal copot aja 39-nya, pake yang 53. Dengan pake chainring ini, skid patchnya menjadi berapapun teeth yang ada di cog kita…
Dengan solusi nomor 1 dan 2 tersebut langsung selesai masalah, skid patch otomatis langsung nambah (apalagi kalo masuk kategori ambidextrous skidder..). tapi kendalanya adalah, harus beli lagi, dan harus itung-itungan rasio lagi..
Lalu gimana kalo misalnya saya udah pas ama rasio yang saya pake dan lagi males untuk beli-beli lagi karena ada kebutuhan yang laen? Di nomor berikutnya saya akan coba jelaskan solusi teknis yang asal-asalan, hahahhaha…
3. Eng-ing-eng… saatnya ngasal…
Yaitu dengan rajin memindah posisi roda belakang… maksudnya gimana? Roda belakang di pindah ke depan? Oooh bukan-bukan…
Maksudnya gini, contohnya sepeda saya, rasio 48-20, menghasilkan 5 skid patch, tentu 5 skid patch bukan angka yang menyenangkan… (gambar saya ambil dari google, dengan sedikit sotosop)…
Di gambar menunjukan skid patch yang ada (titik kuning)…
Sebenernya cara ini bukan untuk menambah angka skid patch, angka skid patch adalah hasil hitung-hitungan eksak dari pemakaian rasio gear… tapi cara ini menurut saya lebih untuk “menggeser” titik skid patch sebelumnya…
Jadi misalnya titik yang kuning itu adalah skid patch yang ada, maka bagian ban yang cepet abis hanya di titik itu saja, dengan menggeser titik skid patch dari titik sebelumnya, maka beban bagian yang cepet abis juga akan bergeser (tidak hanya di satu titik).
Caranya, pertama kita bisa lepas rante kita, lalu geser roda sedikit (kira-kira diantara titik skid patch satu dengan yang lainnya), lalu pasang kembali…
Nah, titik orange itu adalah skid patch yang baru yang bergeser… masih tetep 5 kan? Tapi bebannya sudah bergeser dari titik semula… jadi permukaan yang kegerus ga itu-itu aja… mungkin cara ini bisa kita lakukan secara regular tiap beberapa kali setelah riding, agar distribusi beban lebih merata…
Demikian sharing asal-asalan saya, mohon dikoreksi kalo ada kekurangan dan kesalahan, dan silahkan kalo ada yang mau menambahkan atau kalo ada yang punya cara lain yang lebih tepat, hehehe…
Masalahnya, dampak negatifnya adalah skid itu makan ban… dan ban itu harganya ga murah…
Skid patch bisa di dapat dengan mencari pembagian (dengan bilangan yang sama) dari jumlah teeth pada crank dan jumlah teeth pada cog… usahakan jumlah skid patch dua digit (10 keatas), biar ban tetep awet..
Menurut saya ada dua solusi, solusi non teknis dan solusi teknis…
Solusi non teknisnya menurut saya adalah, pasang rem depan.. dengan rem depan terpasang, biasanya niatan buat skid sedikit berkurang…
Solusi teknisnya adalah:
1. Pake Cog bilangan prima: 17 atau 19 yang sudah banyak tersedia di pasaran (ulir atau six bolt buatan temen kita)
2. Pake chainring bilangan prima (53 atau 47), untuk yang 53 agak mudah didapatkan, biasanya crank road ada yang pake kombinasi 53-39, tinggal copot aja 39-nya, pake yang 53. Dengan pake chainring ini, skid patchnya menjadi berapapun teeth yang ada di cog kita…
Dengan solusi nomor 1 dan 2 tersebut langsung selesai masalah, skid patch otomatis langsung nambah (apalagi kalo masuk kategori ambidextrous skidder..). tapi kendalanya adalah, harus beli lagi, dan harus itung-itungan rasio lagi..
Lalu gimana kalo misalnya saya udah pas ama rasio yang saya pake dan lagi males untuk beli-beli lagi karena ada kebutuhan yang laen? Di nomor berikutnya saya akan coba jelaskan solusi teknis yang asal-asalan, hahahhaha…
3. Eng-ing-eng… saatnya ngasal…
Yaitu dengan rajin memindah posisi roda belakang… maksudnya gimana? Roda belakang di pindah ke depan? Oooh bukan-bukan…
Maksudnya gini, contohnya sepeda saya, rasio 48-20, menghasilkan 5 skid patch, tentu 5 skid patch bukan angka yang menyenangkan… (gambar saya ambil dari google, dengan sedikit sotosop)…
Di gambar menunjukan skid patch yang ada (titik kuning)…
Sebenernya cara ini bukan untuk menambah angka skid patch, angka skid patch adalah hasil hitung-hitungan eksak dari pemakaian rasio gear… tapi cara ini menurut saya lebih untuk “menggeser” titik skid patch sebelumnya…
Jadi misalnya titik yang kuning itu adalah skid patch yang ada, maka bagian ban yang cepet abis hanya di titik itu saja, dengan menggeser titik skid patch dari titik sebelumnya, maka beban bagian yang cepet abis juga akan bergeser (tidak hanya di satu titik).
Caranya, pertama kita bisa lepas rante kita, lalu geser roda sedikit (kira-kira diantara titik skid patch satu dengan yang lainnya), lalu pasang kembali…
Nah, titik orange itu adalah skid patch yang baru yang bergeser… masih tetep 5 kan? Tapi bebannya sudah bergeser dari titik semula… jadi permukaan yang kegerus ga itu-itu aja… mungkin cara ini bisa kita lakukan secara regular tiap beberapa kali setelah riding, agar distribusi beban lebih merata…
Demikian sharing asal-asalan saya, mohon dikoreksi kalo ada kekurangan dan kesalahan, dan silahkan kalo ada yang mau menambahkan atau kalo ada yang punya cara lain yang lebih tepat, hehehe…
Kamis, Februari 03, 2011
HI guys
wow pertambahan fixie di indonesia sangat cepat bukan dan sepertinya program KB tidak berhasil disini karena bisa dipastikan beberapa orang memiliki lebih dari 1 sepeda.gimana dengan kamuh?
sisi positifnya adalah fixie ternyata mampu merebut perhatian sebagian orang yang mungkin sebelumnya tidak terfikirkan untuk bersepeda di Jakarta. dan sepertinya fixie di Indonesia adalah yang terbesar di dunia
"apa sih menariknya fixie?"
menurut sayah sih warna tidak dapat dipungkiri sebagai salah satu gula disini. satu sepeda dengan sepeda lainnya sangat berbeda jadi sepedanya menjadi sangat personal menjadi sebuah identitas bagi si empunya. yang kedua adalah apareal,banyak jenis tas yang digunakan dari messenger bag,rolltop,back pack dll belum lagi cycling cap,dan dengan segala kesimpelannya bisa pake jin,celana pendek,kaos dan tidak dibutuhkannya trek khusus anytime mau gowes tinggal gowes saja.
dan selalu ada sisi negatif, beberapa rider tanpa sadar membahayakan dirinya sendiri.belum memiliki skill yang mumpuni terlihat brakeless dan bahkan tanpa toeclips dan strap.atau untuk sebagian orang yang menjadikan sepeda ini sebagai bagian dari berjalan di catwalk yang berlomba-lomba memperlihatkan kemahalan sepedanya tidak dipungkiri menjadikan peluang kejahatan di jalan atau menunggu kelengahan si empunya.
tapi apapun sepedanya yang penting sepedaannya. yang penting semakin banyak yang merasakan nikmatnya bersepeda.
oh iya ditahun baru ini write-bike memiliki seorang kontributor lagi. seorang yang telah lama malang melintang di dunia persepedahan dari mulai XC,DH,Fixie,City bike pernah digelutinya please welcome to Galihleo walopun ada sedikit kendala semoga kedepan kita akan lihat tulisan-tulisannya disini. dan untuk sementara sayah akan coba kumpulkan tulisan-tulisan beliau disini untuk kita nikmati bersama











